Menurut
pengarang Manazilus Sa'irin, ada tiga derajat hikmah.
1. Engkau
memberikan kepada segala sesuatu sesuai dengan haknya, tidak melanggar
batasannya, tidak mendahulukan dari waktu yang telah ditetapkan dan tidak
pula menundanya.
Karena segala sesuatu itu mempunyai tingkatan dan hak, engkau harus
memenuhinya sesuai dengan takaran dan ketentuannya. Karena segala sesuatu
mempunyai batasandan dan kesudahan, engkau harus sampai ke batasan itu
dan tidak boleh melampauinya. Karena segala sesuatu mempunyai waktu,
engkau tidak boleh mendahulukan atau menundanya. Yang disebut hikmah
adalah memperhatikan tiga sisi ini.
Ini hukum secara umum untuk seluruh sebab dan akibatnya, menurut
ketentuan Allah dan syariat-Nya. Menyia-nyiakan hal ini berarti
menyia-nyiakan hikmah, sama dengan menyia-nyiakan benih yang ditanam dan
tidak mau menyirami tanah. Melampaui hak seperti menyirami benih melebihi
kebutuhannya, sehingga benih itu terendam air, yang justru akan
membuatnya mati. Mendahului dari waktu yang ditentukan seperti memanen
buah sebelum masak. Begitu pula meninggalkanmakanan, minuman, dan pakaian
merupakan tindakan yang melanggar hikmah danmelampaui batasan yang
diperlukan. Jadi, yang disebut hikmah ialah berbuat menurut semestinya,
dengan cara yang semestinya, dan pada waktu yang semestinya.
|