PANTUN SEDIH NAN GALAU
Mengapa setiap kali aku menelponmu,
Selalu jawabannya lagi ada tamu.
Mengapa setiap kali aku kerumahmu,
Selalu tak terlihat batang hidungmu.
Berapa banyakkah air mata harus kucucurkan?
Agar aku terlihat sedih olehmu.
Berapa banyakkah lirihan harus kudesahkan?
Agar aku terlihat siksa olehmu.
Kalau kutahu ada rakit
Kan kupancing ikan nila
Kalau kutahu cinta itu sakit
Takkan kumulai dari semula
Anak kucing di keranjang kayu
Baru beranak sudah menyusu
Meski kamu tak lagi milikku
Di hatiku tetap terukir namamu
Buat apa ke pasar
Kalau hanya beli peniti
Buat apa punya pacar
Kalau hanya menyakiti hati
Bagaimana membelah nanas
Ambil pisau dibelah dua
Bagai mana hati tak panas
Melihat kamu jalan berdua
Gerimis hujan gerimis
Gerimis di tengah hari
Menangis jangan menangis
Dia pergi takkan kembali
Bisa punah hewan kera
Kalau tiap hari slalu diburu
Aku korbanin ini semua
Karena aku mencintaimu
Ada anak sedang bermain
Berlari-lari melompat pagar
Bila kau menanti yang lain
Mungkinkah hatiku akan tegar
Ada lauk dalam piring
Pilih daging tanpa kepala
Hancur hatiku berkeping-keping
Melihat kau mesra dengannya
comment aja yoo,,lw bisa pake pantun juga biar asieekk,,pantun suku (khas bahasa masing*) juga gak apa* kok?????
beh lah harat urang sudah nah. blog buanx yg lain mana nh?
BalasHapus